April 4, 2025

Titik tonggak lahirnya pemerintahan orde baru adalah di Indonesia dimulai pada tahun 1966, ditandai oleh pergantian kekuasaan dari pemerintahan Soekarno ke Soeharto. Beberapa faktor krusial dan peristiwa yang terjadi menjelang dan selama tahun 1965 menjadi titik-tonggak utama dalam pembentukan pemerintahan Orde Baru.

Titik Tonggak Lahirnya Pemerintahan Orde Baru di Indonesia

1. Peristiwa G30S/PKI

Titik tonggak lahirnya pemerintahan orde baru adalah : Pada 30 September hingga 1 Oktober 1965, terjadi peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI). Kelompok ini berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahan Soekarno. Namun, upaya tersebut gagal, dan dalam beberapa hari berikutnya, terjadi perlawanan yang dikenal sebagai “Operasi Trisula” yang dipimpin oleh angkatan bersenjata Indonesia.

2. Pembunuhan Jenderal Ahmad Yani dan Tokoh Militer Lainnya

Dalam peristiwa G30S/PKI, Jenderal Ahmad Yani, Panglima Angkatan Darat Indonesia, menjadi salah satu korban pembunuhan. Pembunuhan ini menjadi pukulan keras bagi militer Indonesia dan mengguncang stabilitas politik. Peristiwa ini memicu reaksi keras dari militer dan kelompok anti-komunis.

3. Supersemar dan Kekuasaan Soeharto

Pada 11 Maret 1966, Soekarno menandatangani Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret), yang memberikan wewenang kepada Soeharto untuk mengambil alih kendali pemerintahan. Hal ini dianggap sebagai langkah yang menggantikan Soekarno dan membuka jalan bagi Soeharto untuk menjadi Presiden Indonesia. Inilah awal mula pemerintahan Orde Baru.

4. Penghapusan PKI dan Pembatasan Kebebasan Berpendapat

Pemerintahan Orde Baru ditandai dengan langkah-langkah keras terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI). Soeharto secara resmi melarang PKI pada tahun 1966, dan para anggota PKI menjadi sasaran penindasan yang massif. Pembatasan kebebasan berpendapat dan ekspresi juga menjadi ciri khas rezim Orde Baru.

5. Penstabilan Ekonomi dan Pembangunan

Salah satu fokus utama pemerintahan Orde Baru adalah penstabilan ekonomi dan pembangunan nasional. Soeharto mengimplementasikan serangkaian kebijakan ekonomi yang dikenal sebagai “Paket-Paket Pembangunan,” yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menarik investasi asing.

6. Pelaksanaan Pembangunan Fisik dan Sosial

Selama Orde Baru, terjadi kemajuan signifikan dalam pembangunan fisik dan sosial. Proyek-proyek infrastruktur besar seperti pembangunan jalan, jembatan, dan bendungan dilaksanakan. Di bidang sosial, program-program seperti transmigrasi dan peningkatan kesejahteraan petani menjadi fokus pemerintah.

Selain itu baca juga : manfaat hubungan internasional di bidang ideologi

Meskipun Orde Baru memberikan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi dalam beberapa dekade, rezim ini juga dikenal karena pelanggaran hak asasi manusia, penindasan politik, dan kurangnya partisipasi politik yang demokratis. Pada tahun 1998, pemerintahan Orde Baru runtuh akibat tekanan reformasi yang dipimpin oleh mahasiswa dan masyarakat, membawa Indonesia ke era Reformasi. Selain itu kamu juga bisa mengikuti pelatihan bersama kami di campus digital

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *